Dalam tradisi masyarakat Jawa, Pulung sering dimaknai sebagai "anugerah", "cahaya keberuntungan", atau "mandat gaib" yang turun kepada seseorang. Pulung dipercaya sebagai penentu derajat atau keberhasilan besar dalam kehidupan di dunia ini . Secara sederhana, Pulung bisa diartikan sebagai " "Pangilan Gaib yang datang langsung dari Gerbang langit " sebagai tanda keberuntungan atau kederajatan besar , untuk memegang kekayaan , kekuasaan, kepemimpinan, atau kemuliaan /dll.
KEJAIBAN " PULUNG " TERCATAT DALAM SEJARAH
- Serat Centhini — kitab yang membahas tentang Wahyu atau Cahaya Ilahi
- Babat Tanah Jawi — legitimasi spiritual bahwa seseorang telah direstui oleh alam semesta
- "The Idea of Power in Javanese Culture" — Benedict Anderson
- Referensi Akademik (Antropologi & Sosiologi) — Pindahnya kekuasaan oleh Pulung
- "The Religion of Java" — karya Clifford Geertz
Pulung tidak bisa dicari. Ia adalah murni hak prerogatif Semesta yang diberikan kepada orang yang dianggap "wadahnya" sudah siap.
Meskipun Pulung adalah anugerah, ia hanya akan "hinggap" pada orang yang memiliki Wadah Batin yang kuat .
DIKHUSUSKAN UNTUK :
- PARA SUHU
- CALON ATASAN / PEMIMPIN / DPR / BUPATI / KEPALA DESA /DLL
- PEMIMPIN / KETUA
- PENGUSAHA
- PEDANGANG
- PEMBICARA
- PENGAJAR /DOSEN /GURU
- SESEPUH /TOKOH /KEPALA DESA
- SPRITUALIS
Posting Komentar